Melansir dari laman resmi Kemdikbud, hio adalah dupa yang digunakan oleh masyarakat Tionghoa dalam ritual ibadah mereka. Pada umumnya hio berbentuk batang seperti lidi yang berwarna merah dan menghasilkan aroma yang khas pada saat dibakar. Bila kita mengunjungi klenteng atau tempat ibadah para pemeluk Konfusianis, Taois, dan Buddha, kabut asap yang wangi berasal dari hio akan menyambut kedatangan kita.
Jumlah Hio yang dibakar bervariasi, sesuai dengan kepercayaan setiap individu. Ketika beribadah, dalam kepercayaan orang Tionghoa, Hio yang dibakar berjumlah 1 sampai dengan 9 bahkan ada juga yang membakar Hio sampai ratusan dalam sekali ibadah. Lantas, apa sebenarnya makna dari jumlah hio yang digunakan saat ibadah?
Merangkum dari berbagai sumber, mari kita simak penjelasan arti jumlah hio berikut ini:
Satu Batang Hio
Satu artinya esa atau tunggal. Ketika orang membakar satu hio saat melangsungkan ibadah, maka ibadah tersebut dikhusukan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dua Batang Hio
Dua artinya Yin dan Yang. Seseorang yang membakar dua hio dapat disimbolkan sebagai peribadatan atau doa kepada kedua orang tua.
Tiga Batang Hio
Jika seseorang membakar tiga hio, maka hal ini melambangkan sebagai ibadah untuk alam semesta yang memiliki 3 unsur, yaitu bumi, langit, dan manusia. Membakar tiga hio biasanya untuk sembahyang kepada Dewa-Dewi.
Empat Batang Hio
Menurut kepercayaan masyarakat Hokkian, bumi memiliki 4 penjuru lautan yang dianggap saudara. Empat Hio ini melambangkan 4 penjuru tersebut yaitu Utara, Timur, Selatan, dan Barat. Sama seperti dua hio, jumlah ini diperuntukkan hanya untuk menghormati orang tua yang telah meninggal lebih dari 2×360 hari.
Lima Batang Hio
Dalam kepercayaan orang Tionghoa, lima hio melambangkan 5 elemen dasar kehidupan manusia. 5 elemen tersebut adalah Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air. Seseorang menggunakan lima batang hio ketika berdoa untuk usaha atau dagang, khususnya untuk Dewa Hok Tek Ceng Sin atau Dewa Cai shen Lainnya.
Enam Batang Hio
Enam dalam bahasa Mandarin artinya Liu He, yang bermakna persatuan dan kedamaian. Seseorang yang membakar enam Hio biasanya bertujuan jika sembahyang yang dilakukan demi persatuan dan kedamaian umat manusia.
Tujuh Batang Hio
Masyarakat Tionghoa percaya bahwa tujuh Hio melambangkan 7 rasi bintang. Ketujuh rasi bintang dapat ditemui saat malam hari, masyarakat Tionghoa meyakini bahwa Rasi Bintang Biduk yang memiliki bentuk layang dengan ekor memanjang merupakan 7 rasi bintang yang diagungkan. Menggunakan 7 hio dalam sembahyang hanya boleh dilakukan jika dalam keadaan terdesak jika ada permohonan khusus.
Delapan Batang Hio
Delapan hio adalah perkembangan dari makna filosofis empat hio, yakni melambangkan penjuru dunia. Kedelapan penjuru dunia tersebut adalah Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, Barat Laut, Utara, Timur Laut. Doa menggunakan delapan hio berarti doa kepada alam semesta.
Sembilan Batang Hio
Orang Tionghoa percaya bahwa angka 9 merupakan angka tertinggi dan paling sempurna. Maka dari itu, menggunakan 9 hio dalam sembahyang artinya melakukan pujian-pujian bagi semua makhluk dan Dewa-Dewi.
Jika untuk keperluan sembahyang di hari-hari biasa, maka hio yang digunakan ialah yang berwarna merah atau kuning. Namun, ada kalanya hio yang berwarna kuning digunakan dalam upacara pengobatan. Selain itu, hio yang berwarna hijau hanya digunakan untuk mendoakan orang meninggal sampai masa berkabung selesai.
Karena orang Tionghoa sangat memegang teguh tradisi menghormati para leluhur, maka hio akan selalu dibutuhkan.
Demikian penjelasan mengenai makna jumlah hio yang perlu Sobat Elim ketahui. Info yang bermanfaat ini bisa diteruskan untuk orang lain ya!
Baca juga artikel: Mengenal Tradisi Ceng Beng Warga Tionghoa di Indonesia

1 thought on “Tidak Sembarangan, Makna Jumlah Hio Menurut Kepercayaan Tionghoa”