Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Warga Diimbau Gunakan Masker

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu.

Berbeda dengan debu biasa, partikel abu vulkanik merupakan pecahan kaca silika dan batuan berukuran mikroskopis, yakni kurang dari 2mm.

Partikel dari abu vulkanik mengandung senyawa asam sulfat dan asam klorida, serta mengandung berbagai logam berat dan mineral. Ketika tersedot atau menempel pada jaringan tubuh yang basah, kandungan asam tersebut akan bereaksi secara agresif.

Dampak Hirup Abu Vulkanik

Dampak menghirup abu vulkanik tidak hanya memicu peradangan pada saluran pernapasan, namun juga dapat menyebabkan iritasi parah, rasa terbakar pada mata, serta gangguan pada kulit.

Terkena paparan abu vulkanik dalam jangka pendek dampaknya dapat memicu Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk kering, sesak napas, serta iritasi mata.Sementara itu, dampak jangka panjang, endapan silika bebas yang menimbun di dalam paru-paru dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut permanen (silikosis). Hal ini berisiko menurunkan fungsi paru-paru secara drastis.

Langkah Perlindungan Diri Saat Terjadi Erupsi

Ketika erupsi terjadi, abu vulkanik yang melayang ratusan kilometer tersebut dapat terhirup oleh manusia. Oleh karena itu, penggunaan masker dapat menjadi langkah perlindungan diri untuk mencegah dampak buruk bagi tubuh.

1. Pasang masker menutupi area hidung, mulut, dan dagu secara rapat untuk mencegah partikel abu vulkanik masuk.

2. Selain menggunakan masker, Sobat Elim juga dapat menggunakan kacamata untuk mencegah iritasi pada mata.

3. Hal yang tidak kalah pentingnya untuk ganti masker secara berkala. Jika masker dirasa sudah lembab, kotor, atau basah segera ganti dengan yang baru untuk menjaga pasokan udara.

Sumber: BMKG, IVHHN, CDC

BAGIKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *