Ancaman kekeringan akibat El Nino 2026 berpotensi berkembang menjadi kategori kuat yang perlu diwaspadai, terutama bagi sobat Elim yang tinggal di wilayan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara karena rentan mengalami periode kering lebih panjang.
El Nino adalah pola iklim alami yang terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali. Fenomena ini bermula ketika angin pasar di atas Pasifik tropis melemah sehingga membuat air hangat sangat mungkin untuk menumpuk di Samudra Pasifik. Dampaknya dapat dirasakan di seluruh penjuru dunia.
BMKG Konfirmasi Terjadi El Nino dengan Intensitas Sangat Kuat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa indeks SSTA (Sea Surface Temperature Anomaly) atau terjadi Anomali Suku Permukaan Laut.
Berdasarkan Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Agustus 2026 yang telah dirilis oleh BMKG pada hari ini, Kamis (13/08/2026, menyatakan bahwa SSTA di region Nino 3.4 secara dasarian (ENSO) bulanan adalah sebesar +2.77, atau naik dari bulan Juli 2026 yang berada pada level +2,20.
Waspada El Nino
Kondisi suhu yang mencapai 36°C (derajat Celcius) ini diperkirakan masih berlanjut pada awal Agustus. BMKG mengimbau agar masyarakat tetap siap siaga mengantisipasi dampak cuaca panas di musim kemarau seperti sekarang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya untuk membantu mengurangi paparan langsung sinar matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan. Perlu diperhatikan juga untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan dan segera melaporkan jika masyarakat menemukan indikasi titik api.
Sumber: BMKG
Baca juga artikel: Cuaca Panas Melanda, 6 Buah Ini Cocok Dimakan Karena Mengandung Banyak Air