Pada 26 Desember 2021, dunia kehilangan salah satu aktivis terbesar dalam sejarah, yakni Desmond Tutu. Meninggalnya teolog asal Afrika Selatan sekaligus pemenang Hadiah Nobel Perdamaian itu mendapatkan perhatian global karena perannya dalam melawan rezim apartheid di Afrika Selatan.
Dilansir dari CNN, Senin (3/1/2022), atas permintaannya, tubuh Desmond Tutu menjalani aquamasi. Ia memilih langkah tersebut yang dianggap sebagai alternatif lebih ramah lingkungan untuk kremasi, demikian Gereja Anglikan Afrika Selatan mengonfirkelemasi kepada CNN, Sabtu, 1 Januari 2022.
Akuamasi sering disebut dengan beberapa nama berbeda, termasuk “kremasi air”, “kremasi tanpa api”, “kremasi hijau”, “kremasi cair”, dan “kremasi biologis”.
Akuamasi pada dasarnya sama yang diterapkan dalam kremasi, tetapi proses tidak menggunakan api melainkan menggunakan air dalam proses yang disebut hidrolisis alkali. Proses ini melibatkan penguraian mayat dengan cepat dalam aliran air dan bahan kimia alkali.
Proses Akuamasi
Proses akuamasi dimulai dengan menempatkan tubuh dalam wadah baja, lalu diisi dengan campuran air dan kalium hidroksida. Campuran tersebut dipanaskan dengan suhu tinggi, biasanya antara 160-180 derajat celcius, lalu kerusakan alami tubuh terjadi. Pada umumnya proses ini memerlukan waktu 3-4 jam.
Setelah tubuh direduksi menjadi campuran cair, cairan itu dikeluarkan dari wadah dan sisa-sisa tulang ditempatkan di mesin penggiling dan menghasilkan bubuk. Serbuk ini, yang dikenal sebagai sisa kremasi, kemudian dikembalikan ke keluarga almarhum.
Kelebihan Akuamasi
1. Ramah Lingkungan
Kelebihan akuamasi yang pertama adalah ramah lingkungan karena penggunaan energi yang lebih sedikit daripada kremasi api konvensional, emisi karbon lebih rendah, dan akuamasi tidak melibatkan pembakaran sehingga tidak ada emisi gas berbahaya ke atmosfer.
2. Proses Lebih Lembut
- Suhu rendah: Akuamasi menggunakan suhu dan tekanan rendah, sehingga lebih lembut pada tubuh.
- Tidak ada pembakaran: Proses ini tidak melibatkan suhu tinggi seperti kremasi api, yang dapat merusak struktur tulang.
- Lebih bersih: Proses ini tidak menghasilkan abu yang berbau atau berasap.
3. Alternatif Bentuk Penghormatan Terhadap Mendiang
Akuamasi dianggap sebagai cara yang bermartabat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal.
Sumber: Hypeabis, National Graphic Indonesia, Cremation Ink, Sindo News
Baca juga artikel: Layanan Rumah Duka, Pemakaman, Kremasi, Cargo Jenazah Jakarta
