26 Maret Memperingati Hari Epilepsi Sedunia

Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia 2026

Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia atau yang populer dengan sebutan Purple Day selalu diperingati setiap tanggal 26 Maret secara global. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai epilepsi serta menghapus stigma negatif yang kerap menjadi perbincangan terhadap penderita epilepsi.

Inisiatif ini pertama kali muncul pada tahun 2008 oleh Cassidy Megan, yang terinspirasi dari perjuangannya sendiri sebagai penyandang epilepsi. Cassidy ingin menyebarkan pesan bahwa epilepsi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti apalagi sampai penderitanya dijauhi, melainkan kondisi ini merupakan kondisi medis yang dapat dikelola dengan penanganan yang tepat.

Melalui Purple Day, lebih dari 50 juta penderita epilepsi di seluruh dunia diingatkan bahwa perjuangan mereka tidak sendirian. Masyarakat  biasanya menunjukkan dukungan mereka dengan cara menggunakan atribut berwarna ungu pada hari ini.

Penyebab atau Faktor Risiko Epilepsi

Epilepsi adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Sebagian besar penyebab terjadinya epilepsi memang masih dalam penelitian, tetapi diduga terkait dengan sejumlah faktor berikut ini:

  • Genetik. Walaupun jarang, namun mutasi gen yang diwariskan orang tua dapat menyebabkan epilepsi pada keturunannya. Itu artinya, jika seseorang memiliki anggota keluarga dengan penyakit epilepsi, kemungkinan orang tersebut juga terkena penyakit yang sama. 
  • Cedera pada kepala. Cedera kepala yang dialami seseorang dapat menjadi faktor penyebab adanya aktivitas abnormal di otak.
  • Infeksi otak. Peradangan pada otak atau sumsum tulang belakang dapat meningkatkan risiko terkena epilepsi.
  • Usia. Epilepsi atau kejang atau yang disebut juga ayan, pada umumnya dialami oleh usia anak-anak dan lansia. Namun, kondisi ini juga dapat dialami oleh semua kalangan yang memiliki risiko terkena epilepsi.
  • Riwayat kejang masa kecil. Kejang dapat disebabkan oleh demam tinggi. Anak-anak lebih rentan pada kondisi ini dan memiliki risiko lebih besar mengalami epilepsi. Jika anak memiliki riwayat kejang saat masa kecil, kemungkinan saat dewasa dia akan mengalami kejang atau epilepsi.

Pertolongan pada Penderita Epilepsi

Jika Anda berada dekat penderita epilepsi, berikut tahapan pertolongan pertama yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Jangan panik dan tetap tenang
  2. Amankan lokasi dengan coba singkirkan benda tajam atau keras yang ada disekitar penderita
  3. Lindungi kepala (alas kepala dengan bantal, jaket, atau bendak lunak)
  4. Miringkah tubuh penderita ke satu sisi untuk menjaga jalan napas tetap terbuka dan mencegah tersedak liur dan mencegah muntah
  5. Jangan mencoba menahan gerakan kejang
  6. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut penderita
  7. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau terjadi secara berulang tanpa sadar, segera cari pertolongan medis.

Sumber : Cleveland Clinic, Epilepsy Foundation, WebMD

Baca juga artikel :  Apa Saja Tanda Kelptomania

BAGIKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *