Waspada Hujan Mengandung Mikroplastik

Mikroplastik ditemukan dalam air hujan di pesisir Jakarta, menurut penelitian BRIN

Beberapa minggu kebelakang hujan seringkali melanda berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak kesehatan dari penyebaran partikel-partikel plastik yang ikut terbawa ketika hujan turun di Jakarta.

Melansir dari Kompas, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menjelaskan bahwa adanya mikroplastik pada air hujan bukan berarti hujan berbahaya langsung bagi kesehatan, tetapi warga perlu tetap waspada. Karena fenomena ini menjadi sinyal bahwa partikel plastik sudah tersebar sangat luas di sekitar kita.

Menurut World Health Organization (WHO), mikroplastik adalah partikel plastik yang memiliki ukuran sangat kecil yakni kurang dari 5 mm. Sementara sampel yang ditemukan dalam riset itu, berukuran mulai dari 200 mikron, tolok ukur yang lebih kecil dari milimeter, butuh alat bantu seperti mikroskop untuk melihatnya.

Penelitian Hujan Mikroplastik oleh BRIN

Melansir dari BBC Indonesia, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). BRIN menggunakan sebuah alat yang disebut perangkap hujan steril yang diletakkan di atas gedung yang tingginya 28 meter di pesisir Jakarta. Dalam prosesnya, bukan hanya air hujan yang masuk ke alat itu, namun ada partikel lain seperti debu dan uap air juga bisa masuk ke alat itu. Lalu, sampel yang didapatkan disaring dan dicek pada laboratorium.

Penelitian itu dilakukan pada tahun 2022 selama 12 bulan dan dari sampel yang dikumpulkan terdapat tiga sampai 40 partikel, atau rata-rata sekitar 15 partikel per meter persegi setiap hari. “Jadi bayangkan kalau ada rumah seluas 1.000 meter persegi, bisa jadi 15.000 partikel jatuh ke dalam rumah itu,” tutur Muhamad Reza Cordova, peneliti BRIN dan ahli mikroplastik yang meneliti partikel-partikel itu dalam satu dekade terakhir.

Mikroplastik merupakan pencemar fisik atau zat dan benda asing yang mencemari lingkungan. Jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan dalam riset itu, berbentuk serat seperti benang, terutama material-material plastik sintetis seperti poliester dan nilon. Ada pula serat lain yang diduga berasal dari putung rokok. Selain itu, polimer adalah partikel yang juga ditemukan dalam riset tersebut. Polimer adalah bahan sintetis yang digunakan untuk membuat ban kendaraan

Cara Mencegah Diri dari Paparan Mikroplastik Pada Hujan

Sobat Elim, melihat keadaan seperti ini sangat perlu untuk kita menjaga diri kita dari pencemaran lingkungan yang terjadi. Gunakan masker saat berada di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk. Selain itu, jaga daya tahan tubuh dengan asupan makanan yang bergizi dan olahraga.

Baca juga artikel: Waspada Terhadap Penyakit Pasca Banjir Melanda

BAGIKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *