Mengenal Kuburan Pohon untuk Bayi di Toraja

Pohon kuburan untuk bayi atau baby graves merupakan salah satu destinasi wisata di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang cukup populer. Tempat wisata ini menyimpan jejak kepercayaan Aluk Todolo yang dianut masyarakat suku Toraja masa lampau. Pohon kuburan bayi ini letaknya di Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tempat wisata ini biasanya juga dikenal dengan nama Baby Kambira Grave.

Tradisi pemakaman bayi pada batang pohon merupakan bagian dari budaya lokal yang kaya akan simbolisme, mencerminkan kepercayaan masyrakat tentang siklus kehidupan dan kematian. Tradisi penguburan bayi pada batang pohon ini disebut Passiliran.

Bagi masyarakat penganut Aluk  Todolo, saat bayi meninggal harus dimakamkan di sebuah pohon Tarra. Hal ini diiyakini sebagai simbol pengembalian bayi yang meninggal ke rahim ibunya. Pohon Tarra yang digunakan merupakan simbol seorang ibu. Bayi yang telah meninggal dikuburkan di batang pohon dengan kondisi dan posisi sebagaimana saat berada di dalam rahim. Bayi dimakamkan di posisi duduk serta tidak dibungkus dengan apapun seperti keadaan saat manusia berada di dalam rahim ibunya. Kemudian jenazah tersebut ditutup menggunakan ranting-ranting pohon.

Pohon tarra dipilih sebagai kuburan bayi karena getahnya dianggap pengganti air susu ibu. Posisi lubang penempatan jenazah bayi di pohon disesuaikan dengan strata sosialnya. Semakin tinggi posisi lubang menandakan semakin tinggi juga kasta keluarganya.

Menurut Toke Hoppenbrouwers, Stanislaus Sandarupa, dan Aurora Donzelli dalam From the womb to the tree: Child rearing practices and beliefs among the Toraja of Sulawesi di jurnal Wacana Vol. 18 No. 3 (2017), bahwa di Toraja selain takut kehilangan, ada juga rasa takut mati pada waktu yang salah. Dengan mengubur bayi di pohon hidup, bayi tersebut akan menyatu dengan pohon dan rahim kedua, hal ini akan memungkinkan untuk tumbuh menjadi keras, sebagai simbol kesempurnaan.

Sumber: Indonesia Kaya, The Asian Parent

Baca juga artikel: Makna Tradisi Ma’nene pada Suku Toraja Terhadap Leluhurnya

BAGIKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *